Sabtu, 14 Mei 2016

FILM Library Wars


1. The Library is free to collect materials.
2. The library is free to circulate materials
3. The Library guarantess the privacy of its patrons
4. The library can oppose improrer cencorship
Itulah kalimat pembuka film Library Wars ini, atau bahasa Jepangnya; Toshokan Senso. Nggak tahu sama sekali ama film ini. Sebenarnya niat mau nonton ulang The Heartbreak Library, eh malah nemu link ini. Sinyal pustakawan langsung kuat kalo ada embel-embel perpustakaan. Dan aakkk...ini perpus banget!! :)) #recomended 

Adegan pembuka pastinya bersetting sebuah perpustakaan. Di tengah suasana sunyi senyap, para pengunjung perpustakaan sedang khusyuk dengan bacaannya masing-masing, tiba-tiba ada segerombolan laki-laki bersenjata dan membabi buta menembakkan senapannya dan menghancurkan buku di segala penjuru perpustakaan tersebut.


Ya, di film ini Jepang memiliki dua perundag-undangan yang sangat berkebalikan. Di satu sisi ada undang-undang di mana pemerintah yang berkuasa berhak memberangus segala hal yang berhubungan dengan kejahatan, sekalipun itu adalah buku anak-anak. Apalagi buku-buku yang mengandung aroma pornografi maupun kekerasan. Bagi undang-undang ini, buku-buku yang masuk kategori tersebut harus dibumihanguskan, baik yang ada di toko buku maupun di perpustakaan. Buku haram, istilahnya.

Salah satu yang merasakan dampak ini adalah Kasahara Iku yang diperankan oleh Eikura Nana. Waktu itu dia masih duduk di bangku sekolah. Di suatu hari, ada semacam sidak buku-buku terlarang, salah satunya adalah buku anak-anak yang dipegang Kasahara. Dia berusaha menyembunyikan buku tersebut, apa daya petugas tetap saja mengambil paksa buku yang sudah menjadi incarannya sejak lama itu.

 Untunglah ada petugas semacam Tim Perpustakaan yang menyelamatkannya. Ya, di sisi lain, ada perundang-undangan yang membebaskan media berupa buku-buku yang bertema apa pun. Semacam tim penyelamat perpustakaan yang bernama Library Defense Task Force atau istilah Indonesia bisa dikatakan sebagai satuan pertahanan perpustakaan. Jadi semacam tentara/ petugas yang bertugas melindungi buku. Logonya pun buku terbuka. Keren ih, coba ya ada beneran, pasti aku mau daftar x))

Gara-gara itu, Kasahara bergabung di tim tersebut. Selain ingin menjadi bagian tim yang menyelamatkan buku, dia ingin mencari pangeran yang dulu pernah menyelamatkannya dalam tragedi penyidakan buku lima tahun lalu. Alasannya ini juga diutarakannya saat wawancara perekrutan tim tersebut yang bikin mesam-mesem para instruktur yang mewawancarainya x))

 
Kasahara menjadi perempuan satu-satunya anggota di tim ini. Untuk bergabung di tim ini memang butuh syarat yang berat, terutama fisik. Meski sering diremehkan Dojo, sang pemimpin di tim perpustakaan ini, Kasahara selalu berusaha keras bahwa dia layak dan mampu untuk bergabung di tim ini. #KasaharaKamuHarusKuat


Meski Dojo ini kesannya galak dan selalu memarahi kecerobohan Kasahara, tapi entah kenapa dari awal film ini udah bikin meleleh. Bikin mesam-mesem akting saltingnya. Ala-ala cowok kulkas gitu, wkwkwk... x))

Atsushi Dojo yang diperankan oleh Junichi Okada ini sekilas mirip Ariel Noah ya. Duh, pahlawan perpustakaan yang keren dalam menyelamatkan buku. Selamatkan hatiku juga donk... x)) #ngarep




Selain Dojo, jangan lupakan Hikaru Tezuka yang diperankan oleh Sota Fukushi (umurnya masih unyu) yang sama-sama bergabung bergabung di Tim Perpustakan bersama Kasahara. Tezuka juga cowok-cowok kulkas gitu x))



Dojo dan Kasahara ini ibarat anjing dan kucing. Tiap ketemu bawaannya berantem mulu. Meski begitu, mereka selalu punya misi yang sama; menyelamatkan buku di buku ini sampai titik darah penghabisan #eaaa




Aroma perpusnya dapet banget. Di setengah akhir cerita lebih banyak adegan perang ala tembak-tembakkan gitu. Jadi mikir, sampai sebegitunya ternyata ada ya orang-orang yang sangat mencintai buku meski harus menggadaikan nyawanya.

Sebenarnya udah tahu manga dengan judul yang sama, sampai sekarang belum kesampaian koleksi karena memang susah stoknya. Malah nggak tahu ternyata ada versi filmnya ini, setidaknya mengobati rasa penasaran.

Aaakkk...jadi nggak sabar mau nonton sekuelnya; Library Wars: The Last Mission



Tidak ada komentar:

Posting Komentar